Jumat, 13 Maret 2026

Memaafkan Sebelum Idul Fitri

Ketika Kyai Bertanya di Malam Jumat

Malam ini, di Ramadhan hari ke-23, selepas shalat tarawih dan witir, seperti biasa kami para santri Pondok Pesantren MADU (Ma'dinul Ulum) KH. Ahmad Badjuri berkumpul di ruang Ndalem untuk mendengarkan mauidhoh hasanah dari Abah Kyai H. Ali Masykur Badjuri. Udara malam terasa sejuk, angin berhembus pelan membawa aroma daun kelapa dari kebun belakang pondok. Lampu tempel di halaman depan masih menyala temaram, menciptakan suasana yang syahdu.

Abah Kyai duduk di antara kami dengan sorban putih melingkar di pundak. Beliau memandang kami satu per satu, lalu bertanya dengan suara pelan tapi menggetarkan:

"Santri-santriku... coba jawab, siapa di antara kalian yang masih menyimpan rasa kesal terhadap teman sekamar? Siapa yang masih belum bisa melupakan kesalahan saudaranya di pondok ini? Angkat tangan..."

Suasana tiba-tiba hening. Tidak ada yang berani mengangkat tangan. Tapi saya tahu, di dalam hati masing-masing, mungkin ada yang menjawab berbeda. Termasuk saya.

Abah Kyai tersenyum bijak. Beliau tahu kami tidak akan jujur. Lalu beliau membuka Al-Qur'an dan membaca ayat yang sering beliau ulang-ulang setiap menjelang Idul Fitri:

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A'raf: 199)