Bapak tahu, zamanmu tidak mudah. Setiap kali kamu membuka ponsel, dunia seakan berteriak: lihat, temanmu sudah ke sana, sudah dapat ini, sudah menjadi itu. Kamu melihat teman sekelasmu meraih prestasi, kamu melihat kakak kelasmu diterima di sekolah favorit, kamu melihat orang-orang di layar tersenyum seolah hidup mereka sempurna tanpa cela. Dan di saat yang sama, kamu bertanya dalam hati: kenapa aku tidak seperti mereka? Kenapa jalanku terasa begitu lambat?
Bapak pernah berada di posisi itu. Bertahun-tahun yang lalu, ketika Bapak masih seumuranmu, Bapak juga sering merasa tertinggal. Setiap kali melihat teman yang lebih pandai, lebih populer, lebih cepat mencapai sesuatu, ada bisikan halus di dalam kepala: kamu tidak cukup. Kamu kurang. Kamu harus menjadi seperti mereka. Bisikan itu tidak pernah membawa ketenangan. Ia hanya membawa lelah yang panjang.






